Selasa, 29 Maret 2011

Tak Menikmati Listrik di Daerah PLTA


Waduk Cirata di Desa Cijati, Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. 

JAKARTA . Hadi (50) memperlihatkan genset rusak yang ditaruh di halaman rumahnya. Dia lalu menarik tali di samping mesin untuk menyalakan genset. Suara mesin berbunyi. Namun, tak sampai lima detik mesin kembali mati.

Hadi tak tahu bagian mana genset itu yang rusak. Padahal, mesin itu penting untuk menerangi rumahnya dan dua keluarga lain di Kampung Cigangsang, Desa Nanggeleng, Kecamatan Cipendeuy, Bandung Barat, Jawa Barat. Akibatnya, kampung kecil itu gelap di malah hari lantaran tak ada aliran listrik yang masuk.

"Sejak kampung ini berdiri 15 tahun lalu, tidak ada listrik sampai sekarang," ucap pria yang menghabiskan harinya dengan bertani itu ketika ditemui Kompas.com.

Ironinya, Kampung Cigangsang hanya berjarak sekitar tujuh kilometer dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Waduk Cirata di Plered, Purwakarta. PLTA itu mampu menghasilkan listrik 1.008 mega watt untuk membantu menerangi Jawa-Bali.

Genset itu salah satu bantuan PLN Distribusi Jawa Barat berkerja sama dengan Yayasan SI. Menurut Hadi, bantuan satu genset itu sepaket dengan pembuatan biogas. Di salah satu rumah warga masih terpasang spanduk saat peresmian. Dalam spanduk tertulis Desa Mandiri Energi.

Hadi mengatakan, genset sudah rusak tak lama setelah diberikan pada 1 Desember 2010. "Waktu itu diberi genset bekas. Pernah ditukar waktu rusak, tapi tidak lama rusak lagi. Saya diberi yang bekas terus, jadi rusak terus. Bulan lalu dibawa, katanya mau diperbaiki. Seminggu kemudian datang, pas saya coba sama aja. Apanya yang diperbaiki," tutur Hadi.

Untuk menerangi beberapa lampu di rumah, Hadi dan 30 keluarga lain menyiasati dengan aki. Namun, mereka harus keluar kampung untuk mengisi listrik ke aki. "Ngecas aki bayar Rp 6.000, buat ongkos ke sana Rp 6.000. Jadi total Rp 12.000. Itu kuat buat semingguan, untuk nyalain tiga lampu," ucap dia.
Camat Cipendeuy Hendra Trismayadi mengatakan, setidaknya 30 persen dari total 36 ribu keluarga di Cipendeuy belum menikmati aliran listrik. "Karena tidak ada jaringan. Keinginan kami secepatnya bisa masuk listrik walau sesungguhnya susah jalurnya," katanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar